Wah! Ini Dia Manfaat Puasa bagi Kesehatan saat Ritual Nyepi

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan di suasana Nyepi di Bali

Kiatfit.com – Hari raya Nyepi mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hari raya bagi pemeluk agama Hindu ini diperingati sebagai hari libur nasional dan jatuh setiap tahun baru Saka. Perayaan hari raya Nyepi identik dengan ritual yang membatasi kegiatan sehari-hari bagi pemeluk agama Hindu, termasuk dilakukannya puasa Nyepi.

Berikut Beberapa Manfaat Puasa bagi Kesehatan saat Ritual Nyepi

Dalam merayakan hari raya Nyepi, pemeluk agama Hindu biasanya melakukan puasa dan meditasi (Foto: Pexels)

Puasa berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Upa dan Wasa yang memiliki makna mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Dalam pelaksanaannya, puasa berarti menahan diri dari makan dan minum. Puasa Nyepi sebenarnya termasuk dalam salah satu ritual Catur Brata yaitu amati lelanguan yang berarti tidak mencari hiburan. Dalam konteks ini, makanan dan minuman dianggap sebagai hiburan duniawi.

Dalam agama Hindu, puasa Nyepi dilakukan selama 24 jam, dimulai dari fajar pukul 06.00 pada hari raya Nyepi hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Puasa Nyepi dilakukan oleh umat Hindu yang mampu melakukan dan tidak wajib hukumnya apabila kondisi kesehatan tidak mendukung.

Ritual puasa seperti yang sudah kita ketahui tidak hanya dilakukan oleh umat Hindu, tetapi juga berbagai agama lain. Anjuran puasa dalam berbagai ajaran agama ini ternyata bukan tanpa alasan, hal tersebut dikarenakan puasa telah terbukti memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan tubuh. Apa saja manfaat dari puasa Nyepi bagi kesehatan tubuh? Mari kita simak bersama-sama.

Membantu menurunkan berat badan

Meningkatnya pembakaran kalori dapat memicu penurunan berat badan (Foto: Pexels)

Pada saat melaksanakan puasa Nyepi, tubuh masih membutuhkan energi untuk menjalankan fungsinya. Sumber energi utama yang digunakan oleh tubuh adalah glukosa yang biasanya berasal dari karbohidrat seperti nasi. Glukosa yang berasal dari asupan makanan akan disimpan dalam hati dan otot, kemudian akan dilepas ke pembuluh darah ketika tubuh membutuhkan.

Pada saat puasa, hati akan menghabiskan cadangan glukosanya setelah 8 jam. Setelah cadangan glukosa dalam hati telah habis, tubuh akan melakukan proses untuk menghasilkan glukosa yang disebut dengan glukoneogenesis. Pembentukan glukosa melalui proses glukoneogenesis ini dilakukan dengan mengubah lemak dalam tubuh menjadi glukosa, sehingga dalam proses ini terjadi peningkatan pembakaran kalori tubuh.

Apabila dilakukan secara berkala, puasa dapat membantu dalam mengontrol berat badan. Hal yang perlu diperhatikan, puasa harus dilakukan sesuai anjuran. Apabila dilakukan secara tidak tepat dapat menyebabkan kelaparan yang justru berbahaya bagi tubuh. Puasa selama 24 jam seperti yang dilakukan dalam puasa Nyepi dalam medis dianggap aman selama tidak diikuti kondisi kesehatan yang membahayakan.

Meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan menekan risiko penyakit jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia (Foto: Pexels)

Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan risiko terjangkit penyakit jantung koroner. Penurunan risiko penyakit jantung koroner ini terjadi karena menurunnya suatu zat yang merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner yaitu Trimethylamine N-oxide (TMAO) selama puasa. Penurunan TMAO disebabkan menurunnya asupan substrat yang dapat memproduksi TMAO. Oleh karena itu, puasa secara berkala dapat menghasilkan dampak jangka panjang terhadap terkontrolnya jumlah TMAO dalam tubuh.

Baca juga: Dehidrasi Saat Puasa, Ini Tips Menghindarinya!

Membantu melawan beberapa jenis sel kanker

Sel kanker merupakan sel yang perkembangannya melebihi normal dan dapat merusak sel-sel di sekitarnya (Foto: Pexels)

Puasa memang tidak  serta-merta menyembuhkan penyakit kanker. Namun menurut penelitian, puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas sel tumor terhadap agen kemoterapi. Dengan demikian, kemoterapi akan mendapatkan hasil yang lebih baik. Selain itu, puasa apapun, termasuk puasa Nyepi juga dapat melindungi sel-sel tubuh yang sehat dari efek samping kemoterapi.

Baca juga: Tips Cegah Sakit Tenggorokan Ketika Puasa yang Anda Bisa Lakukan

Memperkuat daya memori dan kemampuan belajar

Sel syaraf di otak dapat berkembang dan meningkatkan kinerja otak (Foto: Pexels)

Menurut penelitian, puasa dapat meningkatkan daya memori dan kemampuan belajar. Puasa juga dapat memacu otak untuk bekerja dengan meningkatkan jumlah protein yang memicu pertumbuhan dan memperkuat sel syaraf. Otak kita merupakan organ yang dipenuhi oleh sel syaraf, sehingga meningkatnya pertumbuhan dan kekuatan sel syaraf akan membantu meningkatkan fungsi otak. Salah satunya adalah fungsi memori dan belajar.

Berdasarkan fakta-fakta yang sudah dikemukakan di atas tidak diragukan lagi bahwa puasa Nyepi bukan sekadar ritual ajaran agama Hindu. Puasa nyepi juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Manfaat dari puasa Nyepi ini bisa diperoleh apabila totalitas dalam melakukan ritual dan berfokus penuh pada hal tersebut. Tentu tidak ragu lagi terhadap manfaat puasa Nyepi bagi kesehatan, bukan?

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password