Yuk Kenali Penyebab Down Syndrome dan Penanganannya Agar Tak Salah Langkah

Penyebab Down Syndrome dan Penanganannya

Kiatfit.com Down syndrome adalah suatu kondisi genetik dan bukanlah sebuah penyakit, apalagi penyakit menular. Meski down syndrome bukanlah penyakit, kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Diperlukan terapi berkala agar kehidupan anak down syndrome juga bisa hidup seperti orang lain, bahkan mampu berprestasi pula. Kira-kira, apa penyebab down syndrome dan bagaimana bentuk penanganannya?

Mengenal penyebab down syndrome

Yuk Kenali Penyebab Down Syndrome dan Penanganannya Agar Tak Salah Langkah

Kondisi kromosom menjadi salah satu penyebab terjadinya down syndrome (Foto: Unsplash)

Salah satu penyebab down syndrome tidak lepas dari perbedaan yang ada dalam diri individu. Menurut laman downsyndrome.org.au, tubuh manusia terdiri dari jutaan sel dan di dalam setiap sel terdapat 46 kromosom. DNA dalam kromosom yang ada dalam diri kita lah yang menentukan bagaimana kita berkembang. Sedangkan dalam kondisi down syndrome, jumlah kromosom berlebih atau ekstra. Penyandang down syndrome memiliki 47 kromosom dalam sel mereka, bukan sejumlah 46 kromosom seperti orang pada umumnya.

Penyandang down syndrome memiliki kromosom ekstra 21. Itulah sebabnya down syndrome juga kadang-kadang dikenal sebagai trisomi 21. Meski kita bisa menggali mengapa down syndrome bisa terjadi, namun banyak riset yang belum mampu menjawab mengapa down syndrome terjadi. Satu hal yang diketahui adalah hipotesis bahwa down syndrome terjadi pada saat pembuahan serta terjadi di semua etnis dan sosial dan segala usia. Sehingga, kita tidak bisa menyalahkan siapapun atas terjadinya kelainan tersebut.

Bagaimana mengenali karakter umum anak down syndrome?

Yuk Kenali Penyebab Down Syndrome dan Penanganannya Agar Tak Salah Langkah

Anak down syndrome memiliki karakteristik fisik yang berbeda dengan anak pada umumnya (Foto: Pixabay)

Dalam kebanyakan kasus, biasanya kita akan mengenali dengan mudah karakter anak down syndrome. Hal ini dikarenakan setiap penyandang down syndrome memiliki karakteristik yang berbeda, yakni dengan adanya beberapa ciri fisik yang khas di antara mereka. Selain itu, anak down syndrome memiliki tantangan kondisi kesehatan yang berbeda pula setiap individunya.

Kehidupan orang dengan ciri down syndrome pun sebenarnya tidak jauh berbeda dari kehidupan biasa orang lainnya. Mereka bisa bersekolah, bermain, bahkan berprestasi dalam bidang tertentu. Beberapa orang dengan down syndrome mungkin tidak membutuhkan banyak bantuan untuk menjalani kehidupan biasa, namun sebagian dari yang lain mungkin membutuhkan banyak dukungan.

Mengenali gejala down syndrome sejak awal akan membantu kita menanganinya dengan bijak

Pengidap down syndrome memiliki keterlambatan dalam perkembangan secara fisik (Foto: Laman resmi Greensboro Pregnancy Care Center)

Gejala down syndrome yang dapat kita kenali di antaranya, orang down syndrome memiliki kelemahan pada sisi intelektual. Biasanya ada beberapa keterlambatan dalam perkembangan secara fisik dan serta adanya tingkat kesulitan belajar. Ketika bayi down syndrome lahir, mungkin kita tidak bisa tahu seberapa besar tingkat kelemah an intelektual bayi itu. Namun yang terpenting adalah faktor keluarga, lingkungan, budaya dan sosial yang akan membentuk kehidupan mereka nantinya, serta dukungan maksimal dan #CintaTanpaBatas dari orang-orang di sekitarnya agar kehidupan mereka tidak jauh berbeda dengan kehidupan orang lain.

Beberapa orang yang mengidap down syndrome biasanya akan sulit untuk berbicara dengan jelas, sehingga perlu adanya terapi bicara. Dalam beberapa kasus penanganan down syndrome, orang dengan gangguan down syndrome dapat memahami lebih banyak kata daripada yang bisa mereka ungkapkan. Namun seringnya, kemampuan mereka diremehkan, sehingga dapat membuat mereka merasa frustrasi.

Selain itu, beberapa orang dengan down syndrome merasa sangat sulit untuk mengembangkan keterampilan bahasa dan berbicara dengan jelas. Hal ini justru dapat memperburuk kondisi orang down syndrome menjadi kehilangan pendengaran mereka. Dengan alasan itu, sangat perlu adanya terapi berbicara agar orang down syndrome mampu mengekspresikan diri dan tetap terjaga pendengarannya.

Baca juga: 3 Penyebab Utama Gangguan Mental Pada Anak, Ortu Jangan Lengah!

Apa langkah terbaik yang bisa kita lakukan untuk menyempurnakan kehidupan mereka?

Memberi dukungan pada mereka akan membantu mereka untuk bangkit dan mampu hidup secara mandiri (Foto: Pexels)

Sekarang kita tahu, bahwa pada dasarnya orang down syndrome sama dengan orang lain. Mereka juga membutuhkan tempat tinggal yang nyaman, pekerjaan yang mereka senangi, kesempatan untuk bersenang-senang dengan teman dan keluarga, serta memiliki peran dalam komunitas atau lingkungan tempat tinggal mereka atau secara sederhananya, mereka bisa diberdayakan sebagai manusia.

Namun, dalam mencapai hal yang disebutkan di atas, memang tidaklah semudah yang dibayangkan. Sehingga, mayoritas pengidap down syndrome cenderung membutuhkan dukungan yang maksimal untuk membantu mereka mencapai kehidupan yang bisa diterima kebanyakan orang. Karena seringkali mereka dipisahkan dari anggota masyarakat lainnya, hidup dalam lingkungan terpisah seperti lembaga perawatan serta memiliki kesempatan terbatas untuk belajar. Tidak jarang, orang dengan kelainan down syndrome disematkan stereotype negatif seperti kaum cacat.

Peluang yang sama pun harusnya dimiliki oleh orang down syndrome, yakni tumbuh dalam keluarga dan komunitas, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan orang lain. Apalagi hal tersebut sangat penting untuk perkembangan orang dengan down syndrome. Selain itu, untuk menjadi bagian dari lingkungan normal, orang down syndrome pun harus terbiasa dengan lingkungan normal. Hal ini dikarenakan hidup dalam lingkungan yang terpisah mungkin akan menyebabkan mereka kesulitan beradaptasi. Padahal orang dengan kelainan down syndrome nantinya diharapkan mampu untuk hidup normal dan berdampingan dengan masyarakat.

Orang dengan down syndrome membutuhkan peluang untuk mencapai potensi penuh mereka, seperti yang kita semua lakukan. Hindari menggunakan terminologi “ketinggalan zaman” dan “merendahkan”. Anggap mereka seperti teman. Penggunaan terminologi yang tepat dapat mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan begitu, asumsi orang-orang bukan lagi “down syndrome harus dihindari atau diasingkan”, melainkan didukung secara maksimal.

Baca juga: Suka Menunda Pekerjaan? Hati-hati, Tanda Kesehatan Mentalmu Bermasalah!

Memberikan #CintaTanpaBatas kepada mereka bisa menjadi salah satu jembatan untuk memahami kehidupan mereka. Selain itu, mengenali penyebab down syndrome serta gejalanya sejak dini pada keluarga tercinta, terutama pada bayi akan membuat kita lebih cepat tanggap. Pemahaman yang baik atas gejala ini juga akan membuat penanganan terhadap down syndrome ringan maupun berat dapat dilakukan secara maksimal. Pastikan untuk berkonsultasi dengan tim ahli ya, untuk memperlancar terapi down syndrome bagi anggota keluarga atau orang-orang di sekitarmu!

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password